Tags

, , , , , , ,

Allah swt telah melengkapi manusia dengan perangkat tubuh yang disebut dengan hati. Hati ini, pada dasarnya telah diciptakan bersih oleh Allah swt bersih dari berbagai macam penyakit. Namun, seiring dengan nafas kehidupan yang terus berhembus dan kian menua dalam rimba kehidupan, perlahan hati pun mulai terkontaminasi, terkotori, dan akhirnya menjadi tempat bersemayamnya berbagai macam penyakit, yang salah satunya adalah penyakit gelisah.
Mengapa ada gelisah? Gelisah timbul karena di dalam hati ada yang ditakuti sehingga timbullah kecemasan yang berakibat hati tak tenang dan gelisah. Rasa gelisah dan takut dapat juga membuat Anda menjalani hidup jauh dari hidup yang Anda inginkan. Jika Anda berhadapan dengan rasa gelisah dan takut saat ini, berikut beberapa tips untuk membantu memperoleh kendali hidup Anda dan membuang rasa gelisah dan takut jauh di belakang Anda

1. Kenali penyebab kegelisahan dan ketakutan Anda
Langkah pertama mengatasi rasa gelisah dan takut adalah mengenali penyebabnya. Kemudian, apa yang membuat Anda merasakan takut dan gelisah, dan bagaimana perasaan itu menguasai Anda.Dengan menyadari apa yang ditakutkan dan apa yang membaut anda gelisah, hal ini akan membantu Anda mengurangi rasa tersebut Sebab, saat berusaha menyadarinya, Anda berdialog dengan diri sendiri untuk mencari jalan keluarnya.
2. Santai dan bangun keyakinan untuk melawannya.
Memerangi ketakutan merupakan salah satu cara yang tepat. Karena sambil melawan rasa takut tersebut bisa membangun rasa percaya diri yang meningkat jika Anda terus tantang diri Anda. Semakin Anda meningkatnya rasa percaya diri ini maka rasa takut yang menguasai pikiran Anda akan berkurang. Anda bisa melakukan meditasi dan yoga karena hal ini dapat menjadi aktivitas pilihan untuk mengatasi rasa takut dan gelisah.
3. Hipnoterapi
Beberapa orang menemukan bahwa dalam kondisi di bawah hipnotis, penyebab kegelisahan dapat ditemukan. Ketika sudah ditemukan, langkah selanjutnya dapat diterapkan dalam keadaan yang ada. Hipnoterapi juga dapat digunakan untuk mengenalkan teknik untuk menghadapi situasi gelisah.
4. Membangun mental yang terkendali
Belajar mengendalikan pikiran Anda untuk menghindari rasa takut yang Anda alami. Lakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian dan hentikan perasaan yang membuat takut. Sehingga bila mulai merasa takut, lawanlah perasaan itu sehingga mental Anda menjadi kuat.
5. Berserah diri kepada Allah
Jika rasa gelisah itu datang menghampiri, banyak-banyaklah beristighfar kepada Allah. Karena Hanya Allah lah yang mampu memberi ketenangan dalam hati kita. Firman Allah Swt “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
6. Shalat dan berdzikir kepada Allah
Shalat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim yang didalamnya juga terdapat dzikir.Dzikir merupakan salah satu media untuk mengingat Allah swt dalam segala aktivitas, ketika berbaring, duduk, maupun berdiri. Firman Allah Swt :“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23) dan jangan lupa selesai shalat berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari rasa takut dan gelisah. Salah satu doa menghilangkan rasa takut adalah:
“A’uudzu bikalimaatillahitaammatillatii, laa yujaawizuhunnabarr; walaa faajirun min syarri maa kholaq; wadzaroa wabaroa, wa min syarri maayanzilu minassamaa’; wa min syarri maa ya’ruju fiihaa; wa min syarri maa dzaroa fil ardh; wa min syarri maa yakhruju minhaa; wa min syarri fitanil laili wannahaar; wamin syarri kulli thooriqin illaa thooriqon yathruqubi khoir yaa rohmaan. (“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan apa yang diciptakan, yang diadakan serta ditanamkan; serta dari kejahatan yang naik ke langit; darikejahatan yang ditanamkan di bumi atau dari kejahatan yang keluar dari bumi; dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang; dari kejahatan setiap yang datang kecuali yang datang membawa kebaikan, wahai Allah Yang Maha Penyayang”).
7. Bersyukur kepada Allah
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. An Nahl : 112)

Menurut kedua Ayat di atas maka Allah akan menambahkan nikmatnya kepada orang yang bersyukur atas segala yang mereka peroleh dan miliki. orang-orang yang senantiasa bersyukur akan memperoleh tambahan nikmat. Hal ini tentu saja akan menambah ketenangan bagi mereka yang memperolehnya. Atau boleh jadi nikmat yang ditambahkan itu berupa nikmat ketenangan jiwa yang selalu dicari-cari oleh kebanyakan atau seluruh manusia. Sedangkan bagi mereka yang ingkar atau tidak mau bersyukur, maka Allah swt akan mengazab mereka dengan azab yang sangat pedih.
(Diambil dari berbagai sumber dan buku motivasi)
Semoga bermanfaat…..
Azmi Fajri Usman
Maestro Motivator

About these ads