Tags

, , , , , , ,

A.      Menentukan Keputusan

Ada 4 faktor yang mesti dipenuhi untuk mengambil keputusan efektif

1.       Lingkungan yang Efektif dan kondusif

Terpenuhinya lingkungan yang kondusif akan sangat memudahkan dalam mengambil keputusan dan mempercepat terlaksananya keputusan yang sarat dengan pengaruh positif.

Contoh dari lingkungan efektif ini adalah  lingkungan para sahabat yang tercermin dari sifat dan karakter yang melekat pada diri mereka. Diantara sifat tersebut adalah:

1.       Niat yang  ikhlash

Kisah Abdullah bin Rawahah yang mau pergi berperang, orang disekitar kota Madinah berkata: “semoga Allah menyertaimu dan menolak bencana darimu serta mengembalikan mu kepada kamidalam keadaan shalih”, tapi Rawahah menjawab “ Aku hanya memohon magfirah kepada Yang Rahman, dan pukulan tajam yang mengusir kotoran(kemungkaran), atau tusukan panah yang sangat panas dan mematikan pada tanganku, karena peperangan, yang menembus isi perut bahkan sampai ke ulu hati, sampai dikatakan, jika mereka melewati jasadku, semoga Allah memberi petunjuk kepadanya, sang pahlawan yang telah menemukan jalannya.

2.       Patriotisme dan keberanian

Ketika Rasulullah Saw. Menyiapkan peperangan pada tahun ke 8H, beliau memilih Zaid bib Haritsah sebagai Amir. Ia menegaskan “ jika Zaid bin Haritsah gugur, maka Amir diserahkan kepada Ja`far bin Abu Thalib r.a.  Jika Ia juga gugur, Amir diserahkan kepada Abdullah bin Rawahah r.a. Pada saat Zaid gugur maka Ja`far tidak gentar dalam mengambil alih komando. Pada saat pasukan romawi mengepungnya ia maju menyerang dan berdendang “ Aduhai indahnya surge yang telah mendekat, Sungguh indah dan bagus, minumannya segar. Sedangkan bangsa Romawi, kaum yang siksaNya telah menghampirinya, Mereka kafir dan nasabnya jauh (dari  kemuliaanNya), Adalah tugasku, jjika aku bertemu dengannya, untuk menebasnya.

3.       Ketaatan

Ketika Rasulullah SAW memanggil kaum Muslimin yang mampu berperang untuk terjun ke gelanggang perang Badar terjadi dialog menarik antara Saad bin Khaitsamah dengan ayahnya Khaitsamah. Dalam masa-masa itu, panggilan seperti tidak terlalu mengherankan kaum Muslimin sudah tidak meresa asing bila dipanggil untuk membela agama Allah dan jihad fi sabilillah. Sebab itu, Khaitsama berkata pada anaknya: “Wahai anakku, aku akan keluar untuk berperang dan kau tinggal di rumah menjaga wanita dan anak-anak.”
“Wahai ayahku, demi Allah jangan begitu. Ketahuilah, keinginanku untuk memerangi mereka lebih besar daripada keinginanmu, Engkau yang harus menjaga rumah dan izinkanlah aku yang pergi ke medan jihad. Tinggallah engkau di rumah wahai ayahku! ”Khaitsamah marah dan berkata pada anaknya: “Kau membangkang dan tidak mentaati perintahku! ”Saad menjawab, “Allah mewajibkan aku berjihad dan Rasulullah memanggilku untuk berangka ke medan perang, sedang engkau meminta sesuatu yang lain (menunggu rumah). Bagaimana engkau rela aku taat padamu tetapi aku menentang Allah dan Rasulullah?” Maka Khaitsamah berkata: “Wahai anakku, apabila diantara kita harus ada yang berangkat jihad satu orang, maka dahulukanlah aku sebagai bapakmu yang berangkat.” Demi Allah wahai ayahku, kalau bukan masalah surga, maka aku rela mendahulukanmu” Jawab Saad lagi. Khaitsamah tetap tidak rela kecuali melalui undian antara dia dan anaknya sehingga terasa lebih adil. Hasil undian ternyata Saad yang harus berangkat ke medan perang. Dia pun berangkat ke Perang Badar dan gugur sebagai syahid. Setelah itu, Khaitsamah akan berangkat menyusul anaknya yang sudah mati syahid di medan perang. Tapi, ternyata Rasulullah tak mengizinkannya. Tapi kemudian, Rasulullah mengizinkannya setelah Khaitsama memohon sambil menangis dan berkata:
“Wahai Rasulullah, aku ingin sekali terjun ke medan perang. Tapi, undian siapa yang harus pergi antara aku dan anakku dimenangkan anakku sehingga dia yang dapat mati syahid. Tadi malam aku bermimpi anakku berkata kepadaku: ‘Ayah, engkau harus menemaniku di surga dan aku telah menerima janji Allah.’ Ya Rasulullah, aku rindu untuk menemaninya di surga, maka izinkanlah aku. Usiaku telah lanjut dan aku ingin berjumpa dengan Tuhanku. ” Setelah diizinkan, Khaitsamah pun berangkat dengan gembira. Ia bertempur dalam perang Badar hingga mati syahid. Dan, ia pun berjumpa dengan anaknya di surga merasakan pastinya janji Allah.”

2.       Individu Kreatif

Kisah Khalid bin Walid r.a, yang memilih masuk islam setelah kaum muslimin mendapat pertolongan dari Allah dalam perang Khandak. Dia berhijrah ke Madinah, dalam perjalannya dia bertemu dengan `Amr bin Ash r.a yang kemudian menanyainya: “mau ke manakah Anda hai abu sulaiman(pangilan Khalid)?” maka meluncurlah dari mulutnya kata yang mantap dan tajam, seraya memproklamirkan keputusannya yang mengejutkan: “Demi Allah, jalan telah tegak, sungguh ia seorang nabi, sungguh aku akan menemuinya, demi Allah, aku akan memeluk islam.

3.       Metode masalah  ilmiah dalam menyelesaikan ; “seni menyelesaikan masalah”

Pada perang Mu’tah Khalid bin walid memerintahkan para prajuritnya untuk tidak beristirahat dan masing-masing mereka mesti menyalakan api , sedangkan sejumlah yang lainnya diperintahkan untuk mebuat kegaduhan sehingga perkiraan bangsa Romawi tentara islam menerima bantuan.

4.       Kemungkinan realisasi dari keputusan yang diambil

Berlanjut dari Kisah Khlid bin Walid pada  saat perang Mu’tah, pada siang harinya mereka pulang menyelamatkan diri, namun tetap membiarkan sejumlah orang untuk tidak segera pergi demi mengelabui pasukan Romawi. Di depan gerbang pintu madinah, Rasulullah bersama kaum muslimin menerima Khalid bin Walid bersama prajuritnya. Tiba-tiba ada anak-anak yang mlemparkan tanah kepada mereka serya berkata “Ya furrar ya furrar- wahai yang lari dari medan pertempuran. Rasulullah menyanggah celaan mereka dengan bersabda:” Mereka itu bukan orang-orang yang lari dari pertempuran-insya Allah, dan aku adalah sebagian dari kalian.”

Firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka atau mundur. Barang siapa yang membelakangi mereka atau mendur di waktu itu, kecuali berbelok untuk siasat perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya  orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya ialah nerka jahannam, dan amat buruklah tempat kembalinya.” (QS.Al anfal, 8:15-16).

B.      Kualifikasi Keputusan Kreatif

–          Wawasan luas : obyek keputusan difokuskan kepada suatu gambaran global dengan maksud mengenali banyak kesempatan untuk melakukan pekerjaan dan kemungkinan realisasinya

–          Tidak mudah puas : Selalu menggali dan mengenali metode terbaik (terbaru) yang dapat diikuti dan melakukan evaluasi terhadap metode tersebut

–          Peka atau Sensitif : memeliki kepekaan yang tajam terhadap masalah, baik sebelum, ketika dan sesudah mengambil keputusan

–          Dinamis dan Terbuka : selalu melakukan pembaharuan dan berinovasi dan mau menerima pendapat orang lain

–          Penggunaan waktu secara optimal dan tepat.

–          Pengembangan diri

–          Reformatif

–          Memiliki jangakauan yang jauh kedepan (Visioner)

–          Demokratis

–          Kemampuan menentukan manfaat

–          Keberanian mengambil resiko

C.      Karakter pribadi dan Hubungannya dengan Membuat Keputusan
Kepribadian
1. suka tantangan
2. menjauhi masalah
3. suka ragu ragu
4. Muhaqqiq/pelaksana/peneliti
5. Emosional
6. Demokratis
7. Pelaku (pemilik) keputusan

Tanda pokok
1 a. Kurang sabar
b. Pribadi yang tangguh
c. Tidak memperhatikan maklumat( informasi)
2 d. Mengiginkan ada orang lain yang menggantikannya dalam membuat keputusan
e. Melemparkan celaan kepada yang lain sebab mereka memaksanya untuk membuat keputusan
3 f. Suka mencabut kembali keputusannya
g. Selamanya menyebarkan kekacauan dan keruwetan
4 h. Banyak mengeluh
i. Menyingkap selaga urusan sendirian
5 j.Tidak suka memberatkan orang lain ( memuaskan semua pihak) dan mendengar semua pihak
6 k.Suka bergabung dalam kelompok
l. Suka melakukan ijma`/ kesepakatan
7 m. Keputusan yang didasarkan kepada tekanan, sebab tidak ada di depannya piliha lain kecuali (membuat) keputusan
Macam Keputusan
1. Keputusan tergesa-gesa
2. Menjauhi pembuatan keputusan apapun
3. Suka terlambat dalam mengambil keputusan sampai batas waktu yang kadaluarsa melampaui kepentingan/ urgensinya
4. Keputusan yang didasarkan kepada maklumat (informasi) darinya dan dari penilaiannya
5. Keputusan keluar dari hasil perasaan
6. Keputusannya terlambat, kadang-kadang tidak menemukan individu yang ia ajak bermusyawarah
7. Keputusan tergesa-gesa yang menimbulkan kelelahan

D. Sikap Ketika Membuat Keputusan
Sikap pertama : Jangan tergesa-gesa
Sikap kedua : Jangan menanduk batu cadas
Sikap ketiga : Ahli Pembuat Keputusan dapat disimpulkan dalam kata-kata takut resiko atau takut terhadap hasil keputusannya.
Kisah nabi Musa as dan nabi Harun as ketika nabi harun ditinggal oleh nabi musa, sehingga kaumnya menyembah anak lembu. Dialog mereka diabadikan Allah dalam QS Thaha: 92-94.
E. Seperti Apakah Keputusan Efektif itu?
Keputusan kreatif itu mesti memenuhi dua criteria pokok berikut ini:
1. Keputusan yang telah dipahami dan dipelajari secara cermat (pelajari terlebih dahulu)
2. Keputusan yang dapat berubah menjadi suatu perbuatan (karya) sehingga melahirkan pengaruh dan mewujudkan suatu hasil konkret (memiliki indikasi untuk dilksanakan)
F. Keputusan seperti apa yang kita inginkan?
1. Keputusan yang terprogram : keputusan yang terjadi secara berulang-ulang dan biasanya bersifat rutin.
2. Keputusan yang tidak terprogram : Berhubungan dengan berbagai situasi yang tidak formal dan tidak menentu atau berhubungan dengan masalah yang istimewa (mungkin incidental) dan tidak ada langkah-langkah standar untuk menghadapi masalah tersebut.
G. Bagaimana cara anda mengambil Keputusan?
1. Membuat Keputusan berdasarkan pengalaman masa lalu yang digabungkan dengan perasaan individual/pribadi
2. Membuat keputusan berdasarkan kajian/penelaahan/penelitian dan pemecahan masalah
3. Mengambil keputusan dengan menggunakan teori gabungan antara perasaan (sense) dan kajian/penelitian/penelaahan ilmiah
H. Lakukan segera sebelum Membuat Keputusan
I. Mengikuti Keputusan dengan penuh Keberanian
J. Pengawasan Penilaian Praktek Membuat Keputusan