Tags

, , , , , , ,

1. Baca kisah Rasulullah setiap hari minimal 15 menit
Sebagai Umat muslim, kita wajib mengetahui risalah (kisah) Rasulullah. Agar kita bangga akan keislaman kita. Dengan membaca sirah maka kita akan mengenal Rasulullah. Menunjukkan rasa cinta kita atas perjuangan dan pengorbananya yang tidak sedikit. Ingatlah bahwa, mencintai Rasulullah berarti juga mencintai Allah. Biografi yang bernilai tinggi dan menjadi salah satu pedoman kita dalam menegakkan Agama. Dengan membaca sirah kita juga dapat mempelajari strategi Dakwah Rasulullah, mempelajari hukum-hukum dalam islam dan dapat memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Ketika rasa cinta itu tumbuh dalam hati kita, kita tidak akan lupa untuk selalu mengingat beliau,bersalawat atas nama beliau. Selain sebagai pengingat akan Rasulullah, salawat juga sangat besar manfaatnya bagi kita, salah satunya adalah wajah akan bersinar ketika meninggal dunia. Seperti kisah berikut :
Abdul Wahid bin Zayd bercerita, ‘Suatu kali aku keluar rumah menuju Baytullah al-Haram untuk melaksanakan haji. Di tengah jalan aku ditemani oleh seseorang yang seakan-akan tidak mau berdiri dan duduk, tidak mau datang dan pergi, tidak mau makan dan minum, tidak mau tidur, kecuali ia banyak membaca shalawat kepada Nabi. Lalu aku bertanya kepadanya mengapa ia banyak membaca shalawat.
Ia menjawab, ‘Aku akan menceritakan kepadamu sebuah kisah ajaib. Suatu hari aku pergi menuju Mekkah bersama ayahku. Dalam perjalanan, kami singgah di suatu kampung. Pada saat itulah, aku tertidur. Dalam tidurku aku mendengar suara yang berkata kepadaku, ‘Wahai Fulan, bangunlah. Sesungguhnya Allah sudah mematikan ayahmu dalam keadaan wajahnya hitam legam’. Seketika itu juga aku terbangun, dan aku lihat ayahku sedang berbaring dalam keadaan tertutup wajahnya. Lalu aku singkap kain yang menutupi wajah ayahku, dan aku dapatkan ayahku sudah meninggal dan wajahnya hitam legam. Aku begitu sedih dengan kejadian itu, sehingga aku kembali tertidur. Pada saat tidur itu, aku bermimpi melihat 4 malaikat yang berwajah hitam di dekat kepala ayahku, dan 4 malaikat berwajah hitam di dekat kaki ayahku. Di tangan malaikat-malaikat tersebut ada tongkat-besi yang diambil dari neraka untuk menyiksa ayahku. Pada saat aku memperhatikan apa yang akan dilakukan malaikat-malaikat tersebut kepada ayahku, maka datanglah seorang laki-laki yang dari wajahnya memancar cahaya.
Laki-laki itu mendatangi para malaikat tersebut sambil berkata, ‘Tinggalkan dia’. Maka malaikat-malaikat tersebut meninggalkan ayahku sampai aku tidak lagi melihat 4 malaikat itu. Lalu laki-laki itu mendatangi ayahku dan mengusap wajah ayahku dengan tangannya. Maka, wajah ayahku menjadi sangat putih, melebihi putihnya salju, dan wajah ayahku menjadi bersinar.
Lalu laki-laki itu mendatangiku dan berkata, ‘Allah sudah memutihkan wajah ayahmu dan menghilangkan hitam dari wajahnya’.
Aku bertanya kepadanya, ‘Siapakah engkau? Semoga Allah membalas perbuatanmu dengan kebaikan’.
Laki-laki itu berkata, ‘Aku adalah Muhammad Rasulullah’. Aku berkata kepadanya, ‘Wahai Rasulullah, apa sebabnya engkau mendatangi ayahku?’
Rasulullah menjawab, ‘Semasa hidupnya, ayahmu memang sering melakukan kesalahan. Meskipun demikian, ayahmu banyak membaca shalawat kepadaku. Ketika ia sedang dicabut nyawanya, ia minta tolong kepada Allah dengan perantaraanku. Aku adalah penolong bagi siapa saja yang banyak membaca shalawat kepadaku’.
Setelah itu, aku terbangun dari tidurku. Lalu aku membuka kain yang menutup wajah ayahku, dan aku lihat wajah ayahku menjadi putih. Aku segera mengurus kematiannya dan menguburkannya. Sejak saat itu, aku tidak pernah lepas dari membaca shalawat kepada Nabi’. Rasulullah juga menyebutkan kelebihan dari bersalawat kepadanya. Beliau bersabda “Sesungguhnya hari terbaikmu adalah Jumat. Oleh karena itu, perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawatmu itu akan naik (sampai) kepadaku. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana bisa shalawat kami sampai kepadamu ketika engkau sudah dikebumikan?’. Rasul menjawab, ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.’
(Hadits shahih, riwayat Abu Dawud, al-Bayhaqi, dan al-Hakim)

2. Contoh Sikap dan Tindak-tanduk Rasulullah Sepenuh hati
Ketika kita sudah mengenal Rasulullah, Mencintai dan mengidolakannya, maka tidak akan sulit untuk meneladani segala apa yang dilakukan olehnya. Mengamalkan amalan yang dikerjakannya. Mengamalkan sunnah-sunnahnya. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan beliau kepada umatnya adalah shalat tahajud. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah saw bersabda :”Tuhan kita turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, dan berfirman – siapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa yang memohon kepada-Ku pasti aku beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku,
pasti Aku ampuni !” (HR. al-jama’ah).
Allah juga berfirman dalam Alquran yang artinya “Dan dari sebahagian malam hendaklah engkau bangun (tahajud), sebagai
amalan tambahan untukmu. Semoga Tuhanmu mengangkat (derajatmu) ke
tempat terpuji”.(QS:Alisra’: 79).
Banyak yang menulis kisah bagaimana segala amalan, perbuatan dan cara beliau bersikap. Tinggal kitanya mau apa tidak mengamalkan dan mengikuti segala amalan tersebut.

3. Bergaul dengan para Ulama
“Jika ingin melihat seseorang itu baik atau tidak, Lihatlah siapa teman bergaulnya”. Kita di dunia tidak dapat hidup sendiri. Pengaruh dari seorang teman sangatlah besar bagi kita. Juga pengaruh dari lingkungan. Maka carilah teman yang dapat membawa kamu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Dan pilihlah lingkungan yang baik, aman dan kental ajaran agamanya.

Selamat mencoba…

Azmi Fajri Usman
Maestro Motivator