Tags

, , , , , , , , ,

1. Siap (Sebelum terjadi)
Siap Apa? Siap menghadapi persoalan yang cocok dengan keinginan kita dan siap dengan persoalan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita boleh saja berencana tapi Allah yang menentukan segala sesuatunya. Kita hanyalah makhluk yang penuh dengan segala keterbatasan, berikhtiar dan bertawakkal kepada Allah semaksimal kemampuan kita. Seperti firman Allah “Faidzaa ‘azamta fatawakkal’alallah.. innallaha yuhibbul mutawakkiliin….( kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah… sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakkal). Bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar namun hati harus tetap menyerahkan segala keputusan dan kejadian terbaik kepada Allah SWT, dan siapkan mental kita untuk menerima apapun yang terbaik menurut ilmu Allah SWT.

2. Ridho (Bila sudah terjadi)
Sebagai Hamba Allah yang senantiasa berikhtiar dan bertawakkal, jika persoalan itu telah terjadi, maka satu-satunya cara yang kita lakukan adalah ridho dengan kenyataan yang ada. Dan kita harus yakin, apapun itu pasti Allah memberikan hikmah dibalik itu.

3. Jangan takut dan khawatir
Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Perasaan tersebut lama-kelamaan akan menjadikan hati kita resah, dan dapat menjadikan kita stress. Sehingga kita tidak focus dan selalu ragu-ragu akan keputusan yang akan diambil. Hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan belum tentu akan terjadi.
4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda
Ketika anda pulang ke rumah, lupakan semua permasalahan yang ada. Baik itu permasalahan kantor atau permasalahan pribadi. Tidurlah dengan pikiran yang tenang, ketika anda bangun keesokan harinya fikiran anda kembali segar.
5. Jangan pernah menyimpan dendam
Dendam merupakan permasalahan yang sangat berat. Jika disimpan dalam hati ia akan mengerogoti hati kita. Dan menjadikan kita gelisah dan tidak bahagia. Dendam merupakan hal yang sia-sia, lebih baik gunakan energi kita untuk hal-hal yang bersifat positif.

6. Jangan mempersulit Diri
Andaikata kita mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisir dan mempersulit diri, sebagian penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri. Selain tidak pada tempatnya, hal ini juga pasti membuat masalah akan menjadi lebih besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan aslinya dan tentu saja ujungnya akan terasa jauh lebih nelangsa atau lebih repot dalam menghadapinya / menyelesaikannya. Yakinlah bahwa Allah akan menolong dan memberi petuntuk atas masalah yang ada, bahwa setiap kesulitan itu selalu didampingi kemudahan.Seperti firman-Nya “karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS: Al-Insyirhh 5-6).
7. Jangan hidup di masa lalu
Mungkin sebagian besar dari kita merasa nyaman dengan mengingat-ingat kejadian yang membuat kita bahagia dimasa lalu, tetapi janganlah kita terlena dan terperangkap di dalamnya. Konsentrasilah dengna apa yang terjadi saat ini, karena dimasa ini, kita juga bisa merasakan kebahagiaan. Kita juga pastinya akan merasa lebih bahagia merayakan kejadian saat ini dari pada mengingat-ingat kejadian masa lalu.
8. Evaluasi diri
Hidup ini bagai gaung di pegunungan, apa yang kita bunyikan, suara itu pulalah yang akan kembali kepada kita, artinya segala yang terjadi pada kita adalah buah dari apa yang kita lakukan. Seperti firman Allah “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar / seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan lihat balasannya, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS Al-Zalzalah 7-8).
Jika kita terkena musibah, jangan menyalahkan orang lain. Bisa jadi Allah menimpakan masalah tersebut karena kita jarang atau bahkan tidak pernah mengevaluasi apa-apa saja yang kita lakukan. Jadikanlah setiap masalah menjadi ajang efektif untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki diri. Karena hal itu dapat mendekatkan kita kepada Allah Swt.
9. Bersyukurlah selalu
Bersyukurlah atas segala sesuatu yang kita dapatkan. Bukan hanya hal yang bersifat positif tapi juga hal yang bersifat negative. Karena dibalik hal yang negative pasti ada sesuatu yangdapat dipelajari. Dan sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu kecuali dengan izin Allah SWT.
Semoga bermanfaat….

Azmi Fajri Usman

Maestro Motivator