Tags

, , ,

  1. Shalih adalah taat dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah dan pengabdian dari apa yang diyakini.
  2. Tidak ada satu prinsip dan nilai apapun yang dapat membawa kepada keberhasilan, kecuali kalu nilai-nilai itukita kerjakan.
  3. Untuk mendapatkan sukses pribadi, maka kita harus mampu mengembangkan pemahaman, kabiasaan mengenali, menghubung-hubungkan, memadukan dan menerapkan prinsip-prinsip dalam kehidupan nyata.
  4. Orang shalih mengikuti prinsip kebenaran dan nilai-nilai asasi. Itu semua diperoleh dari apa yang telah dia dengar, lihat, hayati, pikirkan, alami, baca, renungkan. Aktivitas inilah yang akan membawa akal budi dan mencapai kebenaran sejati.
  5. Orang shalih mengikuti kebenaran sejati. Kebenaran sejati adalah suara hati nurani yang paling dalam. Kita tidak dapat berbohong dengan diri kita sendiri.
  6.  Kita berbohong kepada orang lain karena kita takut jiwa kita tertekan, terdesak, keinginan kita terganggu, ketika kita mulai egois, tidak mau menolong orang , malas dan digoda syaithan.
  7. diilhamkan dalam diri manusia dua sifat dan karakter, yaitu berupa kecenderungan untuk berbuat fujur dan takwa. Orang shalih selalu memperbaiki diri dan memilih ketakwaan.
  8. Sifat fujur manusia berupa mudah keluh-kesah, pelupa, sombong, kikir. Sifat takwa manusia berupa karakter, santun, hormat, ramah, lembut hati.
  9. Shalih: kemampuan memujudkan keyakinan spiritual, emosional, intelektual, fisik dan kemampuan manajemen diri dalam amal nyata dapat mengunakan rumusan.

    10     Orang shalih bermanfaat bagi orang lain.

(sumber: Shalih)

Azmi Fajri Usman

Maestro motivator