Saudaraku yang budiman, sedekah adalah penolakan bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujur bulir, yang pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah adalah zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba Nya. Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, pasti akan kembali kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada di genggaman kita.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “ Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW. Ia berkata: “Wahai Rasulullah sedekah apakah yang paling besar pahalanya? “Beliau bersabda: “Kamu bersedekah dan kamu dalam keadaan sehat dan kikir, kamu takut fakir dan mencita-citakan kaya, namun jangan menunda sehingga (nyawamu) sampai detenggorokan baru kamu katakana:”Untuk Fulan demikian dan Fulan demikian padahal benda itu telah ada pada Fulan.” (HR: Bukhari)

Dari Aisyah ra. Bahwasanya sebagian istri Nabi SAW. Bertanya kepada Nabi SAW: “Siapakah yang paling segera menyusul engkau? “Beliau menjawab:”Orang yang paling panjang tangannya di antaramu. “Lalu mereka mengambil bambu yang mereka pergunakan untuk mengukur hasta mereka, ternyatalah Saudah lah yang tangannya paling panjang. Kemudian kami mengetahui bahwa maksud panjang tangannya adalah sedekah. Dan memang Saudah lah yang paling dahulu menyusul beliau, dan ia senang bersedekah.” (HR: Bukhari)

“Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi SAW, beliau bersabda: dan orang laki-laki yang mensedekahkan sedekah lalu disembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan-tangan.”(HR: Bukhari)

Dari Asma’ ra, ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Janganlah kamu menghalangi sedekah sehingga kamu dihalangi rizkimu.” (HR: Bukhari)

Dari Abadah, ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Janganlah kamu menghitung-hitung, maka kamu dihitung-hitung oleh Allah SWT.” (HR: Bukhari)

Dari Asma’ binti Abu Bakar ra, bahwasanya ia datang kepada Nabi SAW. Lalu beliau bersabda: “Janganlah kamu kikir, maka Allah kikir kepadamu, berilah sesuatu menurut kemampuanmu.”