1.   Karakteristik Islam

  1. Rabbaniyah, yaitu bahwa islam menjadikan tujuan akhirnya adalah ridha Allah. Firman Allah yang artinya : “Dia diciptakan dari air yang dipancarkan“. (QS. At-Tariq, 86:6). dan bahwa sumber konsep Islam adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia. Firman Allah Swt yang artinya:“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Yunus, 10:57)
  2. Insaniyah, yaitu sesuai dengan fitrah manusia. Firman Allah Swt yang artinya: “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”. (QS. Saba, 34:28)
  3. Syamil, yaitu menyangkut seluruh aspek kehidupan: Firman Allah Swt yang artinya:” (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”. (QS. An-Nahl, 16:89)
  4. Wasathaniyah, yaitu bahwa aturan-aturan Islam selalu berada di pertengahan dalam segala hal. Tidak meninggalkan dunia seperti orang Timur dan tidak meninggalkan akhirat seperti orang Barat. Firman Allah Swt yang artinya: ” Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”. (QS. Al-Qasaas, 28:77). Tidak kapitalis tidak juga sosialis. Bukan sistem demokrasi murni bukan sistem kerajaan. Tidak mengharamkan pernikahan seperti rahib Nasrani tapi tidak juga membebaskannya tanpa batas. Firman Allah Swt yang artinya: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”(QS.An-Nisa, 4:3)
  5. Memiliki prinsip yang teguh. “dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik”. (QS. Al-Maidah, 5:49)

2.   Pilar-Pilar Dienul Islam

  • Aqidah

Aqidah Islam menjelaskan dan memberikan petunjuk kepada manusia tentang keimanan kepada Allah Swt berupa pencarian eksistensi Allah, mengaku akan keesaan Allah dan kesempurnaan-Nya, iman kepada malaikat, kitab-kitab suci, para nabi serta hari akhir

  • Ibadah

Ibadah menurut syeikh Ibnu Taimiyyah adalah ketaatan dan ketundukan secara optimal. Ibadah di dalam Al-Islam jelas, bahwa tugas manusia di muka bumi tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah semata.

  • Akhlaq

Allah menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai model manusia terbaik. Allah Swt menyebutnya menusia yang memiliki kepribadian yang agung: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) berbudi pekerti yang luhur”. (QS.Al-Qolam:4)

  • Perundang-undangan

Allah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia meliputi ekonomi, politik, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan lain-lain

Bergeraklah..!!

Azmi Fajri Usman

Maenstro Motivator