1.   Mengenal Allah

  • Ma’rifatullah adalah bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, ma’rifah dan Allah. Ma’rifah berarti mengetahui atau mengenal
  • Mengenal Allah adalah mengenal melalui hasil penciptaannya bukan melalui zat Allah. Karena dengan akal kita memiliki keterbatasan untuk memahami  seluruh ilmu yang ada di dunia ini apalagi zat Allah

2.   Mengapa kita Mengenal Allah

  • Akal kita sendiri tidak mungkin menjelaskan secara benar asal kejadian kita, Sebagaimana Firman Allah Swt : ” Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. ar-Rum 30:30)
  • Begitu banyak rahasia alam yang tidak mungkin dijelaskan kecuali oleh yang menciptakannya. Sebagaimana Firman Allah Swt : “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dian menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (lagi) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. ar-Rum 30:54).

3.   Bukti-Bukti adanya Allah

  • Pada diri manusia terdapat ayat Allah (QS. Adz-Dzariyat, 51: 21) yang artinya: “dan (juga) pada dirimu sendiri . Maka apakah kamu tiada memperhatikannya?. Organ tubuh kita berjalan tanpa perintah yang menunjukkan ada mekanisme yang menakjubkan dalam tubuh kita, pencernaan, eksresi, sekresi, hormon, peredaran darah dll
  • Keteraturan alam tidak mungkin terjadi begitu saja, kecuali ada yang mengaturnya, yaitu dzat yang menciptakannya. Firman Allah Swt: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhan-mu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.”(QS. As-Sajdah, 41:53)
  • Manusia memiliki kecenderungan (fitrah) untuk mencari dzat yang memiliki kekuatan melebihi dirinya.

4.   Langkah-langkah Mengenal Allah

  1. Melihat tanda-tanda kekuasaan Allah

 Semua yang berada di sekeliling kita baik yang kecil hingga yang besar  berada dalam diri kita atau didalam semesta semuanya adalah ayat Allah yang bersatu dalam harmoni yang begitu indah dan banyak mengandung hikmah

Firman Allah yang artinya : “Sesunggunya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkkan bumi sesudah mati (kering)nya, dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al-Baqarah, 2:164)

Firman Allah yang artinya: ” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS. Ali-Imran, 190-191)

        2.   Merenungi dan Mentadabburi ayat-ayat Al-Quran

Kita diperintahkan untuk merenungi dan mentadabburi

Allah Berfirman yang artinya: ” Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak didalamnnya. (QS. An-Nisa, 4: 82)

Al-Quran berisi kebenaran yang meliputi semua hal, kebenarannya tidak banyak dibuktikan, “Kami akan memperlihatkan pada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran adalah benar.” (QS. As-Sajdah, 41:53)

        3.   Memahami dan mencontoh Asmaul Husna

Yang dimaksud dengan ma’rifah melalui asmaul husna adalah bersikap dengan apa yang diajarkan di dalam nash  tentang sifat-sifat Allah dan asma-asma-Nya. Dialah yang menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik, bertasbih kepada-Nya apa yang ada dilangit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasy, 59:24)

5.   Hal-hal yang Menghalangi dalam Mengenal Allah

  • Sombong

Allah Swt berfirman yang artinya: “Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), Sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. (QS. An-Nahl, 16:22)

  • Zalim

Allah Swt berfirman yang artinya: “Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama islam? dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. (QS. As-Shaff, 61:7)

  • Tidak Berilmu

Allah Swt berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

  • Dusta

Allah Swt berfirman yang artinya: “Dan dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta. (QS. Al-Baqarah, 2:10)

  • Menyimpang

Allah Swt berfirman yang artinya: “Karena mereka melanggar janjinya, kami kutuk mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka sengaja melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah meraka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Maidah, 5:13)

  • Fasad/Berbuat Kerusakan

Allah Swt berfirman yang artinya: “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa pada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. Al-Hasyr, 59:19)

  • Lalai

Allah Swt berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk Isi Neraka Jahannamkebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raf, 7:179)

  • Banyak Berbuat Maksiat

Allah Swt berfirman yang artinya: Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. At-Tatfif, 83:14)

Azmi Fajri Usman

 

Maenstro Motivator

Advertisements